sumber: www.fotografindo.com
Bila anda orang pekanbaru tentu mengetahui tentang Perpustakaan
Pekanbaru, Bila berkunjung ke Pekanbaru, akan terlihat gedung megah
dengan tiang-tiang menjulang tinggi di tengah kota. Itulah Balai Pustaka
Soeman Hasibuan (HS) yang dijuluki perpustakaan termegah di Asia
Tenggara.
Pustaka Soeman HS ini terletak di Jl Sudirman, Pekanbaru yang dulunya
merupakan bekas gedung DPRD Riau. Pustaka ini diapit dua gedung megah
lainnya, sebelah selatan ada Bank Indonesia (BI) dan sebelah utara ada
Kantor Gubernur Riau. Gedung pustaka Soeman HS ini terkesan unik dan
eksotis.
Bentuk bangunan dari kejauhan seperti atap gedung saling menyilang
setengah lingkaran, tak ubahnya sebagai meja tempat untuk membaca Al
Quran. Bentuk ini sebagai filosofi akan ajaran Islam yang erat dengan
budaya Melayu.
sumber: flickr.com
Pustaka ini berdiri megah dengan enam lantai yang dilengkapi lift.
Gedung yang menelan dana Rp 144 miliar ini memiliki daya tampung 1.000
pengunjung. Sebagai daya tarik, gedung ini dindingnya dilapisi kaca
transparan. Sehingga dari ketinggian gedung pengunjung juga dapat
menikmati keindahan kota.
Pengunjung pustaka ini juga dimanjakan dengan Wifi serta tersedianya
aula untuk rapat dan ruang kedap suara. Bagi pengunjung yang membawa
laptop, bisa mengakses internet tanpa dipungut biaya. Perpustakaan
modern ini pun di lantai dasar dilengkapi cafe yang sangat terkenal di
Pekanbaru, yakni kopi Kimteng.
Ruang gedung yang ber AC ini, membuat masyarakat betah untuk menimba
ilmu di sana. Berbagai jenis buku tersedia di balai pustaka milik
Pemprov Riau itu. Menurut Kepala Balai Pustaka Riau, Nazief Soesila
Dharma kepada detikcom, Rabu (08/12/2010), di pustaka ini terdapat
239.032 eksemplar buku. Berbagai bacaan tersedia di sana, mulai buku
pendidikan, untuk mahasiswa, umum dan buku untuk anak-anak.
sumber: koprol.zenfs.com
“Kita perkirakan saban hari ada 350 orang pengunjung. Ini di luar
hitungan saat hari Minggu dimana pengunjung dari luar kota berjibun ke
pustaka ini bisa mencapai 500 orang. Termasuk saat bulan puasa, pustaka
ini pun ramai dikunjungi,” kata Nazief.
Secara umum, di lantai dasar khusus untuk taman bacaan anak-anak.
Sedangkan di lantai dua taman bacaan untuk remaja. Lantai tiga taman
bacaan untuk orang dewasa dan tersedia bilik Melayu yang menyediakan
bacaan khusus tentang Melayu. Sedangkan lantai empat dan lima tersedia
ruang konferensi, referensi dan teknologi informasi. Sedangkan lantai
enam tersedia ruangan diskusi dan serbaguna.
Nama Perpustakaan ini adalah Soeman HS.
Nama perpustakaan ini mengabadikan nama seorang sastrawan pujangga yang besasal dari Desa Batantua, bengkalis, Riau.
Diharapkan, perpustakaan besar ini akan menjadi model perpusatakaan
berbasis teknilogi informasi (e-library) untuk standar perpustakaan di
Indonesia.
Perpustakaan ini lauching pertengahan 2009, dan langsung di buka untuk
umum. Masuk dan baca gratis. Perpustakaan ini sangat megah dibangun 6 lantai oleh PT Total bangun Persada. Biaya untuk interiornya
saja 17 Milyar, belum lagi dana untuk pengadaan buku sebesar 10.5
Milyar.
Perpustakaan ini dilengkapi kafe dan hotspot. Disetiap pojok banyak
yang duduk-duduk dengan membawa laptop masing-masing. Mau baca buku
atau cari koneksi internet.
Asiknya, buku tempat anak-anak dan orang dewasa dipisah. Untuk
anak-anak, kita harus buka alas kaki di tempat yang disediakan, bisa
pilih buku sendiri, dan membaca di tempat.